Pengaruh Primary charging terhadap hasil fotocopy

Primary Charging - mesin fotocopy menggunakan pola kerja seperti magnet beda kutub yang saling tarik menarik, dimesin fotocopy tarik menarik ini antara drum dan develope, dimana drum harus mampu menarik toner yang ada di develope agar menempel di permukaan drum sehingga proses cetak dapat dimulai, agar drum mampu menarik toner, maka muatan ion yang ada di drum harus diubah agar berlawanan dengan muatan ion pada toner, jika toner bermuatan negatif maka permukaan drum harus bermuatan positif, nah primary carging inilah yang bertugas untuk mengubah muatan ion yang ada dipermukaan drum, jika ada permukaan drum yang tidak diubah muatannya maka mustahil toner akan menempel, dengan kata lain hasil cetak akan polos putih, atau sebagian ada yang polos putih, entah mendatar, horizontal ataupun seluruhnya putih.

Primary charging


kadang juga dipanggil corona atas, mengacu pada komponen mesin fotocopy berupa wire-wire yang banyak berada tepat diatas drum, didalam sebuah mesin fotocopy terdapat tiga wire yaitu primary charging, secondary charger dan wire sparator /tranfer, nah kali ini pesancopy coba untuk menelisik tentang pengaruh apa yang diakibatkan dari corona atas ini terhadap hasil fotocopy.
supaya lebih mudah untuk dipahami titik masalahnya akan saya berikan contoh kasus pada mesin ir 6000 yang baru saja selesai diservice, mesin ini awalnya hasinya putih polos tanpa setitikpun tinta, namun kemudian selesai teratasi dengan mengganti HVT, namun hasil copynya tidak serta merta bagus, ada garis - garis yang mirip seperti cetakan wire pada corona atas.
Lokasi primary charging


untung saja saat itu ada satu cadangan primary charger, langsung saja diganti namun masih saja hasilnya ada kotornya, karena penasaran dengan hasil penggantian corona atas yang belum maksimal, akhirnya satu unit drum di turunkan, sekalian membersihkan drum supaya lebih kinclong, dipasang lagi, ditest lagi, kok masih tetep saja hasil kotor seperti semula, kali ini coba dengan mengganti angka po cont ke angka 1, hasilnya malah tidak karu - karuan.
kalau dilihat sepintas corona wirenya masih terlihat bagus dan bersih, namun dari pada penasaran saya langsung membersihkan korona atas tadi dengan alkhohol kemudian dipasang kembali, benar saja, hasilnya bening dan bersih. masalah selesai.

dari pemaparan permasalah diatas ternyata corona wire memiliki peran yang penting dalam menghasilkan fotocopy yang jernih, walau wirenya tampak bersih namun tidak jaminan kalau wirenya bersih.

untuk membuat hasil lebih hitam - wire corona bisa anda set mendekati drum dengan memutar baut plastik kanan kiri, simbangkan posisinya jangan sampai tinggi sebelah.

Kerusakan pada primary charging

1. Primary charging kotor, corona wire yang sudah maksimal di bersihkan dan di setting namun hasil fotocopy masih meninggalkan sisa kotor seperti benang, maka wire corona tidak bisa lagi diselamatkan, mesti diganti
contoh hasil fotocopy kotor karena wire

2. Wire corona kendor, umumnya wire yang kendor berada di tengah tengah ditandai dengan hasil fotocopy yang putih ditengah, ada area yang tidak tercetak, corona yang seperti ini harus diganti

3. Wire putus, wire putus mudah untuk dideteksi, disaat yang urgent jika putusnya hanya di bagian pinggir anda bisa mengghilangkannya saja, dan kaitkan dengan baut yang ada disampingnya, jika sudah ada dana mesti diganti.
Baca juga : Kerusakan pada primary charging

Harga primary charging
soal harga mungkin berbeda beda namun ada beda yang signifikan untuk barang lokal dan rekondisi, jika recondisi berkisar 600.000 sudah pasti yang lokal jauh lebih murah, karena lokal biasanya diambil dari mesin yang sudah lama dipakai.

demikian sedikit info tentang pengaruh primary charging terhadap hasil fotocopy.

Subscribe to receive free email updates:

Artikel Terkait

0 Response to "Pengaruh Primary charging terhadap hasil fotocopy"

Posting Komentar

berkomentar lah sesuai topik posting
jangan jualan obat,jangan pakai link aktif